Detail Post

Acacia auriculiformis

24 September 2020 / Admin / , , / 809 Kali Dilihat / 0 Komentar

Acacia auriculiformis atau bias disebut juga akasia daun lebar, merupakan tanaman dari keluarga Fababeae yang asli dari Indonesia yang asalnya dari bagian selatan Papua, serta tersebar di Papua Nugini dan bagian utara Australia. Tanaman ini banyak dijumpai pada kawasan kering seperti savana dan hutan musim. di Yogyakarta banyak ditemukan di pegunungan kapur Kabupaten Gunungkidul, tanaman ini mempunyai sifat yang toleran terhadap tanah yang kritis dan berbatu. Dalam konteks rehabilitasi lahan kritis tanaman ini cocok dijadikan tanaman pionir. Akasia memiliki kemampuan untuk memfiksasi nitrogen bebas pada kondisi tanah yang rusak. Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Magnoliopsida Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Sub Famili : Mimosoideae Genus : Acacia Spesies : Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth. Status Acacia auriculiformis berstatus Least Concern (IUCN Redlist) Ciri-ciri Morfologi: Secara morfologis mempunyai ciri sebagai berikut: habitus pohon dengan tinggi mencapai 15-30 m. Tinggi batang bebas cabang mencapai 12 m. Dimater mencapai 50 cm. Bertajuk membulat, batang monopodial tapi kadang-kadang simpodial, kulit batang relatif halus berwarna abu-abu kehitaman, kulit batang pecah-pecah beralur relatif dangkal. Daun berbentuk filodial (tangkai daun yang memipih) relatif tebal, warna hijau tua mengkilat. Tangkai daun berwarna coklat, sisi daun melengkung pada kedua sisinya. Panjang daun 15 cm-16 cm, lebar daun 2 cm. Bunga muda berwarna hijau, bunga tua berwarna kuning berbentuk bongkol duduk dalam malai bertipe bunga majemuk. Buah bertipe buah polong berbentuk berlekuk. Buah tua berwarna coklat. Manfaat Kayu ini banyak dimanfaatkan sebagai kayu energi, di mana kayu energi dari Acacia auriculiformis lebih baik dibandingkan dengan kayu energi dari Acacia mangium. Selain itu juga dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan pellet arang, membuat mebel, konstruksi bangunan dan kerajinan kayu, particle board. Perakaran akasia yang dangkal, padat dan tersebar membuat akasia cocok sebagai tanaman konservasi, yaitu untuk pengendalian erosi.



Post Terkait

Telagadesa sebagai Salah Satu Upaya Pelestarian Sumberdaya Air

Telagadesa sebagai Salah Satu ...

Telagadesa sebagai Salah Satu Upaya Pelestarian Sumberdaya...

18 November 2016 / 0


Tinggalkan Komentar