Detail Post

Ekosistem Hutan Pegunungan

24 April 2017 / Admin / , , , , , , / 7725 Kali Dilihat / 0 Komentar

Bioma/Ekosistem Hutan pegunungan

 

Bioma hutan pegunungan di DIY terdapat di lereng selatan Gunung Merapi terdiri atas bioma hutan pegunungan yang relatif masih asli dan hutanpegunungan campuran (bekas hutan produksi).

bioma pegunungan

Gambar 1. Bioma/Ekosistem Hutan Pegunungan

Bioma hutan pegunungan asli dicirikan dengan spesies tumbuhannya yang beranekaragam serta tutupan yang tinggi dan rapat, lazim disebut lapisan pertama mencapai tinggi 30-40 m. Di atas lapisan ini beberapa spesies pohon dengan tajuk yang menonjol mencapai 50 hingga 60 m. Spesies pohon yang menonjol tersebut diantaranya adalah Rasamala (Altingia excelsa), Jamuju (Podocarpus imbricatus), Kiputri (Podocarpus neriidolius), Sarangan (Castanopsis argantea), Puspa (Schima wallichii). Di bawah kanopi tersebut terdapat banyak pohon lebih rendah yang membentuk lapisan kedua yang terdiri atas pohon-pohon berukuran sedang dengan tinggi 15-20 m antara lain, Kina (Chinchona succirubra), Kemadoh (Dendrocnide stimulan), Lutungan (Macaranga spp.), Klawer (Engelhardia spicata) dan lain-lain. Di bawah lapisan ini terdapat lapisan ketiga yang terdiri atas perdu dan terna dengan tinggi antara5-10 m. Diantara lapisan ini terdapat liana (memanjat) seperti rotan (Calamus spp.), anggur hutan (Cayratia spp., Cissus spp.), keladi hutan (Homalomena spp.) dan epifit (menumpang) seperti anggrek (Orchidaceae), berbagai jenis lumut (mosses), paku (fern). Di lantai hutan terdapat lapisan dasar yang terutama tersusun atas tumbuhan herba antara lain Akar wangi (Polygala paniculata), Begonia spp., dan rumput antara lain rumput jago (Oplismenus burmanii), Pragmithes karka. Bioma pegunungan ini terdapat di kawasan Bukit Plawangan dan Bukit Turgo.

bioma hutan pegunungan

Gambar 2. Bioma/Ekosistem Hutan Pegunungan

Bioma hutan pegunungan campuran tersusun atas tumbuhan yang diintroduksi baik untuk keperluan konservasi maupun bekas hutan produksi. Bioma ini sebagian besar terdapat di kawasan Bebeng. Jenis tumbuhan introduksi tersebut diantaranya adalah Soga (Acacia deccurens) dan Pinus (Pinus merkusii). Pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010 bioma ini didominasi oleh Soga, karena pohon tersebut memiliki mekanisme reproduksi generatifdan vegetatif yang efektif serta bersifat invasif.

 

Sumber: Profil Kehati DIY Tahun 2016



Post Terkait

Habitat Alami sebagai Solusi Kepunahan Spesies

Habitat Alami sebagai Solusi K...

Habitat Alami sebagai Solusi Kepunahan Spesies Oleh: Subbid...

03 Oktober 2017 / 0

Belimbing

Belimbing...

Belimbing (Averrhoa carabola...

05 Juli 2017 / 0


Tinggalkan Komentar