Detail Post

Kelapa Gading

11 April 2017 / Admin / , , , , / 2506 Kali Dilihat / 0 Komentar

Kelapa Gading (Cocos nucifera)

 

Kelapa Gading (Cocos nucifera L.) adalah flora identitas Kota Yogyakarta, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Walikotamadya Yogyakarta Nomor 2 tahun 1998.

Klasifikasi

Kedudukan Kelapa Gading dalam tingkat takson adalah sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Kelas               : Liliopsida

Ordo                : Arecales

Famili              : Arecaceae

Genus              : Cocos

Spesies            : Cocos nucifera L.

Deskripsi

1) Habitus

Kelapa gading tergolong dalam famili Arecaceae  atau Palem-paleman. Secara umum dapat tumbuh di berbagai tempat.

2)  Akar

Kelapa Gadingberakar serabut terdiri atas serabut utama yang tumbuh secara vertikal dan horizontal. Serabut primer akan bercabang membentuk akar sekunder yang arah pertumbuhannya ke atas dan ke bawah. Selanjutnya, akar sekunder akan tumbuh lagi menjadi akar tersier.

3)  Batang

Batang  tegak beruas-ruas, memiliki pangkal pelepah daun yang melekat kokoh dan sulit terlepas meskipun daun telah kering dan mati.

4)  Daun

Daun tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal, pelepah pada tangkai daun pendek, duduk pada batang, warna hijau kekuningan.

5)  Bunga dan Buah

Bunga terdiri atas bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak membulat. Buah kelapa tersusun dari kulit buah yang keras, berwarna kuning, daging buah berwarna putih dan endosperm berupa cairan berwarna bening agak keruh.

Persebaran

Kelapa gading tersebar di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Status Perlindungan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 spesies ini belum dilindungi. Manggis juga belum termasuk dalam daftar IUCN Red List, sudah masuk dalam Katalog Kehidupan (Catalogue of Life).

Manfaat dan Nilai-nilai Penting

Kelapa adalah tanaman serba guna bagi masyarakat. Hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan orang. Batang kelapa dapat dimanfaatkan untuk pembuatan alat-alat dapur seperti uleg-uleg (bahasa jawa) dan dapat juga dipakai untuk hiasan dan peralatan mebel seperti kursi dll. Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Daunnya dipakai sebagai atap rumah setelah dikeringkan. Daun muda kelapa disebut janur, dipakai sebagai bahan anyaman dalam pembuatan ketupat.Dalam upacara adat pernikahan Jawa, terdapat tradisi pemasangan tarub yang terbuat dari anyaman daun kelapa yang disebut dengan blekethepe. Blekethepe  merupakan simbol dimulainya suatu rangkaian acara pernikahan dan simbol gotong royong karena pemasangannya dilakukan secara gotong royong antara ibu dan ayah mempelai perempuan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemasangan tuwuhan (tumbuh-tumbuhan), dimana salah satu komponennya adalah cengkir gading (buah Kelapa Gading) yang melambangkan pengharapan akan keturunan. Upacara adat mitoni (tujuh bulanan wanita hamil) juga menggunakan cengkir gading, dengan dua buah kelapa yang masing-masing digambari Dewa Kamajaya dan Dewi Kamaratih. Dalam pewayangan, dewa dan dewi ini merupakan simbol kerukunan suami istri. Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan disebut lidi, dihimpun menjadi satu menjadi sapu lidi. Bunga betinanya disebut blulukdapat dimakan. Endosperm kelapa gading dapat dimanfaatkan sebagai penawar racun.

 

Sumber: Profil Keanekaragaman Hayati DIY Tahun 2016



Post Terkait

Habitat Alami sebagai Solusi Kepunahan Spesies

Habitat Alami sebagai Solusi K...

Habitat Alami sebagai Solusi Kepunahan Spesies Oleh: Subbid...

03 Oktober 2017 / 0

Awar-awar

Awar-awar...

Awar-awar (Ficus septica...

05 Juli 2017 / 0


Tinggalkan Komentar