Detail Post

Kepel

12 April 2017 / Admin / , , / 10375 Kali Dilihat / 0 Komentar

Kepel (Stelechocarpus burahol)

 

Pohon Kepel (Stelechocarpus burahol L.) adalah flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Kepala DIY No. 385/KPTS/1992 tentang Penetapan Identitas Flora dan Fauna Daerah Propinsi DIY.

Klasifikasi

Kedudukan pohon Kepel dalam tingkat takson adalah sebagai berikut:

Kingdom      : Plantae

Divisi            : Spermatophyta

Kelas            : Magnoliopsida

Ordo             : Ebenales

Famili           : Sapotaceae

Genus           : Stelechocarpus

Spesies         : Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson

Deskripsi

  1. Habitus, Kepel termasuk habitus pohon dengan tinggi mencapai 25 m dan diameter batang utama mencapai 40 cm.
  2. Pohon Kepel berakar tunggang, tidak berbanir.
  3. Batangberwarna coklat-kelabu tua sampai hitam. Percabangan monopodial.Pada batangnya terdapat tonjolan-tonjolan bekas tumbuh buah.
  4. Dauntunggal dengan bentuk elips, bulat telur, oblong, lanceolate hingga agak runcing, tepi daun rata, ujung daun runcing, berwarna hijau gelap, gundul atau tidak berambut dan tepi daun rata.
  5. Bunga berkelamin tunggal, bunga jantan terletak di bagian atas dan di cabang-cabang yang tua sedangkan bunga betina terletak di pangkal batang, agak harum, gundul atau sedikit berambut, pada awalnya berwarna hijau kemudian memutih, Buah dengan tipe buah buni, buah yang matang akan berwarna coklat dengan perikarp berwarna coklat berisi sari buah yang dapat dimakan. Biji berjumlah 4-6 pada tiap buahnya, ellipsoid, panjangnya mencapai 3,25 cm.

Persebaran

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pohon Kepel tersebar dominan di Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.

Status Perlindungan

Spesies ini belum termasuk dalam daftar spesies dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Kepel belum terdaftar dalam IUCN Red List.

Manfaat dan Nilai-nilai Penting.

Daging buah Kepel mempunyai manfaat memperlancar air kencing, mencegah inflamasi ginjal dan mengurangi bau badan. Pada jaman dahulu, putri-putri keraton memanfaatkannya sebagai deodoran. Kayu pohon Kepel dapat digunakan sebagai bahan industri atau bahan perabot rumah tangga  dan bahan bangunan yang tahan lebih dari 50 tahun. Daun Kepel bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat. Lalap daun Kepel mampu menurunkan kadar kolesterol.

Sebagai flora identitas, Kepel memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat di DIY. Kepel juga sering disebut sebagai Kepel Watu. Kata Kepel berarti genggaman tangan manusia atau greget (niat) dalam bekerja. Watu berarti dasar. Pohon Kepel melambangkan manunggaling sedya kaliyan gegayuhan yang berarti bersatunya niat dengan kerja.

 

Sumber: Profil Keanekaragaman Hayati DIY Tahun 2016



Post Terkait


Tinggalkan Komentar