Detail Post

Kluwak

24 April 2017 / Admin / , , , , , , , / 7304 Kali Dilihat / 0 Komentar

Kluwak (Pangium edule Reinw.)

 

Klasifikasi

Kingdom              : Plantae

Divisi                     : Tracheophyta

Kelas                     : Magnoliopsida

Ordo                      : Malpighiales

Famili                    : Achariaceae

Genus                    : Pangium

Spesies                  : Pangium edule Reinw.

Deskripsi

  • Kluwak berhabitus pohon dengan tinggi mencapai 25 meter dengan diameter batang berkisar antara 1 – 2,5 meter.
  • Kluwak berakar tunggang dan berbanir.
  • Batangberwarna putih kecoklatan dengan diameter batang berkisar antara 1 – 2,5 meter.
  • Daunini tunggal, berkumpul pada ujung ranting dan bertangkai panjang. Helaian daunnya dari pohon muda berlekuk tiga. Pada pohon Kluwak yang sudah tua helaian daun berbentuk bulat seperti telur melebar di pangkal berbentuk jantung, dan ujung daunnya Permukaan daun pada bagian atas licin berwarna hijau mengkilap, sedangkan pada permukaan bawahnya berambut coklat dan tersusun rapat dengan tulang daun menonjol.
  • Bunga berwarna coklat kehijauan, tumbuh pada ketiak daun atau hampir di setiap ujung ranting. Bunga jantan tersusun dalam malai, sedangkan pada bunga betina umumnya muncul tunggal di ujung ranting. Buah buni berbentuk bulat seperti telur atau lonjong, kulit buah yang telah tua berwarna coklat dengan permukaan kasar. Daging buah berwarna kuning pucat, lunak dan dapat dimakan. Tiap buah berisi sampai 18 biji atau lebih. Pada bagian kulit biji sangat tebal dan keras.

Persebaran

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kluwak tersebar di Kabupaten Kulon Progo, Bantul,Sleman dan Gunungkidul.

Manfaat dan Nilai-nilai Penting

Biji kluwak jika diseduh dengan air panas menghasilkan warna hitam yang menjadi ciri khas utama masakan Jawa yaitu rawon atau brongkos. Kluwak juga dapat bermanfaat sebagai antiseptik dan desinfektan. Perlu diperhatikan bahwa biji kluwak yang masih muda mengandung racun asam sianida dan dapat menyebabkan keracunan jika dimakan mentah. Kluwak aman dikonsumsi jika dimasak terlebih dahulu.

Dalam bahasa Melayu, Kluwak disebut juga Kepayang. Karena itulah muncul istilah "mabuk kepayang", sebagai gambaran orang yang jatuh cinta dan tidak dapat berpikir jernih, bagaikan mabuknya orang yang keracunan kepayang atau kluwak.

 Kembang Kluwak

Gambar 1. Bunga Kluwak

Buah Kluwak

Gambar 2. Buah Kluwak

 

By. Admin, 2017



Post Terkait

Habitat Alami sebagai Solusi Kepunahan Spesies

Habitat Alami sebagai Solusi K...

Habitat Alami sebagai Solusi Kepunahan Spesies Oleh: Subbid...

03 Oktober 2017 / 0

Belimbing

Belimbing...

Belimbing (Averrhoa carabola...

05 Juli 2017 / 0


Tinggalkan Komentar