Detail Post

Burung Kuntul Kerbau

15 Maret 2021 / Admin / , , , / 646 Kali Dilihat / 0 Komentar

Secara umum, kuntul adalah sebutan untuk burung dari keluarga Ardeidae. Dalam keluarga Ardeidae sendiri terdapat kurang lebih 14 genus, beberapa diantaranya yaitu Ardea, Egretta, Ardeola dan Bubulcus, dengan puluhan jumlah spesies yang menjadi anggotanya. Beberapa contoh spesies burung yang termasuk kuntul yaitu, Casmerodius albus (kuntul besar), Egretta garzetta (kuntul kecil), Bubulcus ibis (kuntul kerbau) dan Ardeola speciosa (blekok sawah). Kuntul kerbau memiliki klasifikasi taksonomi sebagai berikut: Klasifikasi Taksonomi Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Pelicaniformes Famili : Ardeidae Genus : Bubulcus Spesies : Bubulcus ibis (Linnaeus, 1758) Ciri-Ciri Morfologi Burung kuntul kecil merupakan jenis terkecil dari kuntul-kuntulan, dengan panjang tubuh sekitar 48-53 cm. Rentangan kedua sayapnya mencapai 88-96 cm. Berat tubuhnya sekitar 270-512 gram. Bentuk tubuhnya lebih ramping dari blekok sawah (Ardeola speciosa) tetapi tidak seramping kuntul-kuntul yang lebih besar. Seluruh tubuhnya berwarna putih. Tetapi pada musim kawin, bulu-bulu pada kepala, leher dan punggungnya berwarna kuning jingga. Paruhnya berwarna kuning dan lebih tebal daripada jenis kuntul lain. Letak mata kuntul kerbau memungkinkannya memiliki pandangan binocular selama mencari makan. Studi-studi fisiologis menduga bahwa spesies ini mungkin memiliki kemampuan melakukan aktivitas crepuscular atau nocturnal. Karena beradaptasi dengan daratan dalam mencari makan, kuntul kerbau kehilangan kemampuan yang dimiliki saudara-saudaranya sesama burung air untuk secara tepat mengenali refraksi cahaya melalui air. Habitat dan Pakan Burung kuntul kerbau umumnya berhabitat (bersarang untuk bereproduksi) di lahan basah, seperti di pantai, terumbu karang atau hutan mangrove. Sarang dibangun di pohon-pohon dengan ketinggian lebih dari 20 m untuk keamanan. Sarangnya biasanya dihuni secara sendiri-sendiri atau bersama-sama, dengan sarang saling bersentuhan satu sama lain. Kuntul kerbau bereproduksi sepanjang tahun di daerah tropis. Perilaku bersarangnya berkaitan dengan curah hujan. Kuntul kerbau merupakan burung migran. Burung ini bermigrasi berkaitan dengan sumber pakan. Dalam mencari pakan, kuntul bisa mencari lokasi yang jauh dari habitatnya di pantai. Bubulcus ibis tidak mempunyai preferensi ekosistem dalam mencari pakan. Burung ini dapat ditemukan di seluruh dunia dengan cuaca, tapak, ekosistem dan lingkungan yang berbeda-beda. Namun menurut Elfidasari (2006) satwa ini biasanya mencari makan di daerah yang kering dan terbuka atau padang rumput atau lahan olahan dengan ketinggian air rendah. Daerah semacam ini biasanya berada jauh dari laut. Ketika kesulitan mencari mangsa, jenis burung ini akan cenderung mengikuti ternak yang merumput, misalnya kerbau atau sapi, untuk menangkap mangsa mereka. Kuntul kerbau memangsa lalat atau kutu yang ada pada kerbau atau sapi. Juga menyukai serangga dan binatang kecil lain yang banyak ditemukan di tempat kerbau dan sapi merumput sebagai pakannya. Beberapa jenis serangga dan binatang kecil yang menjadi mangsa satwa ini yaitu belalang, kumbang, lepidoptera, hemiptera, capung, lipan, laba-laba, krustacea, katak, kecebong, ikan, kadal, burung-burung kecil dan binatang pengerat (misalnya tikus). Pemilihan lokasi mencari pakan pada kuntul pada umumnya dipengaruhi oleh ketinggian air lokasi, panjang kaki atau ukuran tubuh burung dan ketersediaan jenis pakan yang disukai di lokasi. Jenis burung ini terbang secara berombongan ketika mencari pakan, dengan populasi yang dapat mencapai ribuan jika ketersediaan pakan melimpah. Perilaku makannya termasuk diurnal, yaitu aktif mencari makan pada siang hari. Perlindungan dan Ancaman Menurut IUCN Redlist, Bubulcus ibis berstatus Least Concern atau Resiko Rendah, dengan kecenderungan populasi yang meningkat Menurut PP No. 7 tahun 1999, satwa ini termasuk dalam daftar spesies yang dilindungi. Namun, selama ini spesies ini belum termasuk ke dalam daftar prioritas konservasi spesies. Ancaman bagi populasi burung kuntul kerbau biasanya berasal dari gangguan langsung manusia, terutama bagi koloni burung yang bermigrasi ke area pemukiman. Pada saat bereproduksi, satwa ini terancam oleh adanya degradasi lahan basah yang menjadi lokasi sarangnya. Juga kadang-kadang terganggu oleh pemanfaatan sumber air untuk irigasi atau listrik. Ketik mencari pakan di persawahan atau areal pertanian lainnya, kuntul kerbau juga dapat terancam oleh keracunan pestisida atau bahan kimia lain. (Admin)


Post Terkait

Kuntul Kerbau

Kuntul Kerbau...

Kuntul Kerbau (Bubulcus...

01 Mei 2017 / 0

Kuntul Kecil

Kuntul Kecil...

Kuntul Kecil (Egretta...

01 Mei 2017 / 0


Tinggalkan Komentar