Detail Post

Tanjung

23 September 2020 / Admin / , , , / 1469 Kali Dilihat / 0 Komentar

Tanjung adalah sejenis pohon dari keluarga Sapotaceae. Asalnya dari India, Sri Lanka dan Birma. Pohon ini telah ditanam di Nusantara sejak berabad-abad yang silam. Klasifikasi Ilmiah: Kingdom : Plantae Ordo : Ericales Famili : Sapotaceae Genus : Mimusops Spesies : Mimusops elengi L. Status: Least Concern (IUCN Redlist) dengan kecenderungan populasi stabil. Ciri-Ciri Morfologi: Habitus pohon dengan ukuran sedang, tinggi mencapai 15 m. Daun-daun tunggal, tersebar dan bertangkai panjang. Daun yang termuda berambut coklat dan segera gugur. Helaian telur bundar telur dan melonjong. Panjang daun antara 9-16 cm. Seperti jangat, tepi daun rata tapi menggelombang. Bunga berkelamin dua, sendiri atau berdua menggantung di ketiak daun, berbilangan 8, berbau enak semerbak. Kelompok dalam dua karangan, bertaju empat-empat; mahkota dengan tabung lebar dan pendek, dua karangan, dalam dua karangan, 8-16, yang terakhir adalah alat tambahan serupa mahkota, putih dan kenuning-kuningan. Benang sari 8, berseling dengan staminodia yang ujungnya bergigi. Buah seperti buah buni, berbentuk gelendong, bulat telur Panjang seperti peluru, 2-3 cm, akhirnya merah jingga, dengan kelopak yang tidak rontok. Biji kebanyakan 1, gepeng, keras mengilat, coklat kehitaman. Manfaat: Bunganya berbau harum sehingga dapat digunakan sebagai pengharum ruangan atau pakaian. Kayunya padat dan keras sehingga dimanfaatkan untuk bahan pasak dalam pembuatan perahu, untuk tangkai tombak dan tangkai perkakas lain, almari, mebel serta untuk tiang rumah. Kayu tanjung juga baik untuk bahan ukiran, penutup lantai dan bantalan rel kereta api. Pohon tanjung bertajuk rindang sehingga banyak dimanfaatkan untuk peneduh tepi-tepi jalan. Filosofi Pohon Tanjung Bagi Masyarakat Jawa Di Yogyakarta, pohon tanjung juga termasuk pohon yang dianggap memiliki nilai filosofi. Pohon ini ditanam di sepanjang “sumbu filosofi”, yaitu Krapyak – Alun-alun Selatan – Kraton – Alun-alun Utara – Tugu, Bersama-sama dengan pohon asem, mangga dan lainnya. Dalam prasasti Siwagrha (856 M), disebutkan bahwa di pelataran Candi Prambanan sebelah timur, terdapat pohon tanjung yang menjadi tempat Dewata turun ke bumi. Turunnya Dewata dapat diartikan sebagai rahmat atau karunia Tuhan, karena itu pohon tanjung melambangkan rahmat Tuhan yang sangat besar kepada manusia dan alam sehingga sudah selayaknya manusia selalu memuji (menyanjung) kebesaran rahmat Tuhan tersebut. (Dari berbagai sumber)


Post Terkait

Flamboyan

Flamboyan...

Flamboyan (Delonix regia (Hook.)...

20 April 2017 / 0


Tinggalkan Komentar